OPINI  

OPINI: Menakar Potensi Dampak Keuntungan atau Kerugian LTJ Mamuju

Gambar: Foto asli diolah oleh Gemini-AI untuk lokasi LTJ di Kabupaten Mamuju jalan berkelok. (Yahya Yabo/Radar Media Network)

Penulis Yahya Yabo, S.Pd,
Anggota AJI Samarinda
Jurnalis Utama, AJI Samarinda

Lintas-Enam.com – Pembukaan pertambangan di wilayah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), memunculkan permasalahan tersendiri. Potensi pertambangan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju memiliki nilai tersendiri. Namun cukup membuat permasalahan baru. Para akademisi masih memperhitungkan dampak dari segala aktivitas yang berhubungan dari LTJ Mamuju. Salah seorang akademisi dari Universitas Tomakaka sekaligus pengamat lingkungan Mamuju, Dr Rahmat Idrus.

LTJ memang memiliki nilai investasi, kesejahteraan rakyat, dan penggunaan Sumber Daya Alam (SDA) sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Di balik keuntungan tersebut, ada dampak konflik agraria, isu lingkungan tambang, konflik kelapa sawit, serta dampak lainnya yang dianggap memberikan kerugian bagi masyarakat pada pembukaan Logam Tanah Jarang (LTJ) di Kabupaten Mamuju.

Hingga kini belum ada yang mengulik terkait proses perizinan, apakah tambang mampu menjadi solusi atau menambah permasalahan yang ada di Kabupaten Mamuju secara khusus dan Sulawesi Barat secara umum.

Sementara, klaim dari pemerintah yang disampaikan terkait LTJ ke presiden yakni Kabupaten Mamuju memiliki cadangan logam yang dapat dikelola yang masih dipertanyakan terkait apa manfaat dari hasil logam yang dieksplorasi.

Klaim yang memberikan dampak investasi pertambangan memang membuka peluang dan menjadi sektor penyumbang devisa negara. Yang menyatakan LTJ merupakan bahan galian yang memiliki banyak turunan dan dapat dimurnikan sebagai uranium. Namun pada sisi lainnya, dampak sumber daya alam dan konflik masyarakat adat hingga konflik agraria.

Selain itu, konflik antara pemerintah dan masyarakat. Konflik akan terjadi pada masyarakat dan masyarakat yang memiliki anggapan yang memiliki lahan atau sengketa lahan. Harga jual lahan yang mahal akan menjadi konflik tersendiri bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *