Maju jadi Ketua DPC Demokrat Toraja Utara, Prianto Soma Didukung 13 PAC

Gambar: Foto penyerahan SK 13 PAC yang nyatakan dukungan kepada Prianto Soma sebagai Ketua DPC Partai Demokrat, di kantor Demokrat Toraja Utara, Jumat (5/6/2026).

Maju jadi Ketua DPC Demokrat Toraja Utara, Prianto Soma Didukung 13 PAC

Lintas-Enam.com, TORAJA UTARA – Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat Sulawesi Selatan, digadang-gadang bakal berlangsung antara Juni-Juli 2026.

Dikabarkan, usai Musda, kegiatan akan dilanjutkan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk pengurus cabang.

Pada Muscab nantinya, sederet nama disebut-sebut bakal mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Demokrat Toraja Utara.

Satu di antaranya adalah Prianto Soma, yang saat ini menjabat Wakil Ketua II DPRD Toraja Utara.

Kader Partai Demokrat ini mendapat dukungan dari 13 Pengurus Anak Cabang (PAC).

Pernyataan dukungan itu disampaikan 13 PAC, usai menerima SK pengurus di Kantor DPC Demokrat Toraja Utara, Jumat (5/6/2026).

Dukungan salah satunya disampaikan Ketua PAC Tondon, Salvinus Panggalo.

Baca Juga:  Wakapolres Mamasa Hadiri Musda ke-V Partai Golkar

Ia menyatakan deklarasi dukungan kepada Prianto Soma, didasari kesamaan visi dalam membangun Partai Demokrat yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.

“Ke depan, kami ingin Partai Demokrat dikelola dengan tata kelola yang lebih baik, lebih transparan, dan lebih akuntabel. Visi itu kami lihat sejalan dengan yang ditawarkan Pak Prianto Soma,” ungkapnya.

Menurut Salvinus, penerapan prinsip keterbukaan dan akuntabilitas, masih menjadi hal yang jarang diterapkan dalam pengelolaan partai politik di tingkat daerah.

Karena itu, pihaknya berharap Demokrat Toraja Utara dapat menjadi contoh dalam membangun organisasi politik yang berintegritas.

Terkait bursa calon Ketua DPC Demokrat Toraja Utara, Salvinus menyebut sejauh ini terdapat dua nama yang berkembang.

Namun, pihaknya memilih fokus menggalang dukungan bagi kandidat yang telah mereka tetapkan.

Baca Juga:  Wakapolres Mamasa Hadiri Musda ke-V Partai Golkar

Ia juga berharap, proses pemilihan nantinya dapat berlangsung secara aklamasi, guna menjaga soliditas internal partai.

“Bukan untuk mematikan demokrasi, tetapi supaya tidak terjadi dinamika yang terlalu panas. Setelah Muscab, energi partai bisa langsung difokuskan untuk konsolidasi dan program-program yang menyentuh masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *