Lintas-Enam.com, Mamasa – Kisah nahas dialami kakek Bernama Randa Lino berusia 58, warga Dusun Pokko, Desa Tado’Kalua, Kecamatan Tabang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Pria lanjut usia (Lansia) itu, ditemukan tak bernyawa di rumahnya pada Minggu, (24/11/2024).
Mirisnya, kakek yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu, tinggal sendiri sejak ditinggal mati istrinya 20 tahun lalu.
Sementara dua anaknya dikabarkan merantau di luar daerah. Anak-anaknya mengontrol dari jauh, dengan bantuan kerabatnya.
Sebelum ditemukan meninggal, sekira Pukul 17:15 Wita di hari itu, salah satu anak Randa menelpon, meminta kerabatnya bernama Mangiwan memeriksakan keadaan ayahnya.
Apalagi saat itu Randa diketahui tidak dalam kondisi sehat.
Karena Mangiwan tidak berada di rumah, ia meminta Ridayanti memeriksa kondisi Randa.
Tiba di rumah Randa, Ridayanti memanggilnya berulangkali dari luar, namun tak ada jawaban. Ia akhirnya masuk ke dalam rumah.
Namun nahas, Randa ditemukan sudah terbujur kaku di kamarnya.
Kerabatnya itu sempat mengira Randa hanya tertidur. Namun setelah memegang tubuh Randa, ia menyadari bahwa Randa sudah tiada.
Satuan Reserse Kriminal dan Polsek Pana pun lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah Randa ke rumah keluarganya.
Dari pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Drones Ma’dika mengatakan, upaya otopsi ditolak pihak keluarga. Mereka menganggap korban meninggal secara wajar karena penyakit.