Sinergi Muda Mamasa Komitmen Lawan Monopoli Proyek, Sentil Proyek Transmigrasi
Lintas-Enam.com, Mamasa – Sinergi Muda Mamasa berkomitmen melawan monopoli proyek di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).
Komitmen itu ditegaskan Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa, kepada Lintas-Enam.com, Minggu (26/10/2025).
Dengan tegas, Ryan mengatakan, Sinergi Muda Mamasa sebagai lembaga kontrol sosial, tidak akan diam melihat praktik-praktik monopoli dan penguasaan proyek oleh oknum-oknum tertentu di Kabupaten Mamasa.
Cara-cara seperti ini ujar dia, sangat berpotensi merugikan keuangan negara, merusak tatanan demokrasi dan keadilan yang seharusnya menjadi landasan pembangunan di daerah.
Ryan beranggapan bahwa APBD Mamasa sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat Mamasa, guna meningkatkan kesejahteraan, bukan untuk memperkaya orang-orang tertentu.
Dia menilai, penguasaan proyek oleh segelintir orang tanpa transparansi dan akuntabilitas, akan berdampak buruk bagi masyarakat Mamasa.
Sebab dana publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, bisa menjadi ladang korupsi dan dinikmati oleh segelintir oknum yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Dampaknya, bisa mengakibatkan kualitas pembangunan yang buruk, infrastruktur yang tidak memadai, dan pada akhirnya merugikan masyarakat Mamasa itu sendiri.
Selain merugikan masyarakat, praktik ini juga berdampak pada nama baik Bupati dan pemerintah daerah.
“Kepemimpinan yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung kepentingan rakyat, malah terkesan membiarkan praktik-praktik monopoli terjadi. Ini sangat memprihatinkan dan patut untuk kita tolak dan lawan bersama,” tegas Ryan